info@kelasinspirasibanten.org 0818948754 (Anna Rizky)

MEMBANGUN MIMPI ANAK INDONESIA


#Kelas Inspirasi

Kelas Inspirasi, ? apakah itu, mungkin bagi sebagian orang terdengar asing sekali, dan mungkin bagi sebagian orang yang memiliki kesibukan setiap hari, klas inspirasi hanya suatu forum biasa. tetapi bila melihat potret pendidikan indonesia masa kini serta melihat gaya/ model anak – anak masa depan sang penerus bangsa belajar saat ini di tengah hiruk pikuk dan gempuran teknologi informasi atau internet, anak yang mulai mengenal gadget, internet atau warung internet (warnet) serta tidak ditopangnya dengan sarana dan prasarna pembelajaran yang belum mampu mengimbangi derasnya arus globalisasi teknologi ini, sungguh rasanya melihat potret pendidikan indonesia yang belum merata dan memprihatinkan, mungkin seluruh orang yang saat ini memiliki anak, memiliki adik atau saudara yang masih mengenyam pendidikan sekolah dasar rasanya akan berpikir bagaimana bisa berbuat untuk ikut mencerdasarkan kehidupan bangsa dan memotivasi anak – anak agar kelak menjadi harapan bangsa. mungkin semua orang tidak sadar bahwa derasnya teknologi informasi merubah preferensi anak, menghilangkan sendi-sendi masa kekanak-kanakan dan tidak heran kita bisa menjumpai anak-anak Sekolah Dasar (SD) berperilaku sama dengan orang-orang dewasa, sadar tidak sadar bahwa masa dewasa mereka lebih cepat dari umur dan pendidikan yang seharusnya mereka terima. memang bukan hal yang tidak baik kalau kenyataan seperti demikian, dengan catatan bila mereka tumbuh dan dapat mengontrol dirinya serta menjadi sesuai cita-citanya. menjadi masalah apabila mereka tumbuh diluar rule of the gamesehingga tidak sedikit kita melihat banyaknya yang salah jalan seperti putus sekolah, bekerja sebelum waktunya atau hal – hal negatif diluar waktunya dan tidak sesuai harapan bangsa.
Melihat kenyataan dan problematika tersebut, saya ikut tergugah mengenal Kelas Inspirasi,
Kelas Inspirasi adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi meraih cita-cita. Cerita tersebut akan menjadi bibit untuk para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka. Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana bagi sekolah dan siswa untuk belajar dari para profesional, serta agar para profesional, khususnya kelas menengah secara lebih luas, dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan kita. Sebuah gerakan/ komunitas yang sangat positif. Bagi kita hanya satu hari cuti bekerja, namun bagi murid-murid itu bisa menjadi hari yang menginspirasi mereka seumur hidup. Berbagi cerita, pengetahuan, dan pengalaman untuk menjadi cita-cita dan mimpi mereka.
Tidak cukup mengenal kemudian saya tergugah bergabung dengan Klas Inspirasi, meskipun saya sendiri tidak memiliki keunggulan apapun untuk memberikan sumbangsih kepada tujuan Kelas Inspirasi tersebut. kemudian saya tergugah semangat untuk mendaftar sebagai inspirator dengan profesi saya, berbekal rasa bangga terhadap insitusi yang saya tekuni dan berharap dapat menginspirasi anak – anak masa depan bangsa, sesuai dengan slogan Kelas Inspirasi, yaitu menginspirasi dengan Profesi. dan setelah pengumuman nama saya masuk kedalam salah satu Inspirator dari ratusan Inspirator hebat dengan profesional hebat lainnya. meskipun saya menyadari sebagai relawan untuk pendidikan kita semua harus meluangkan waktu, tenaga dan pikiran atau bahkan materi untuk mengisi pada Kelas Inspirasi tersebut. tetapi dengan rasa empati sekaligus rasa bangga kepada Indonesia tidak kendor rasa saya untuk tetap melanjutkan dan mengikuti kegiatan sampai pada waktunya tiba.
datang dengan Uniform ini #‎POLSUS‬PAS
polisi khusus, tidak ada yg banyak tahu dengan profesi ini. Jasa jasa mereka tidak bisa terlihat seperti profesi lainnya. Jika orang2 dengan mudahnya melihat bahwa seorang dokter sungguh mulia dengan membantu menyembuhkan banyak orang, guru2 mencetak generasi2 hebat masa depan, polisi menangkap para “orang2 tersesat”, dll.
Bagaimana dengan polisi khusus (pemasyarakatan) ‪#‎polsuspas‬?
Pernahkah terpikir oleh2 orang2 yang mencibir, mencemooh dan merendahkan si penjaga bui ini, bahwa di balik sebuah tembok tinggi berlapis beton dan berkawat duri, nyawa mereka dipertaruhkan “menjaga” ratusan bahkan ribuan “orang yang sedang tersesat”, yg jumlahnya sangat tak sebanding, sewaktu-waktu mereka bisa saja ditusuk, disekap, diserang, dll saat menjalankan tugasnya. Tapi mereka tetap berjuang, membantu orang2 tersebut agar kembali ke jalan yg benar walaupun mereka pun bukan manusia sempurna. Agar sebagian orang di luar tembok raksasa itu mampu merasa sedikit nyaman krn orang2 tersesat sebagian tidak berkeliaran.

Mereka membantu merawat, membina, dll, dengan harapan dan doa agar orang2 tersebut ketika keluar dr jeruji besi dapat menjadi orang2 baru yg lebih baik. Mereka para polsuspas memang bukanlah malaikat, mereka juga tak luput dr cedera dosa. Namun mereka telah disumpah untuk mengabdi, meski mungkin jalannya tak pernah mudah. Doakan mereka agar amanah dalam tugasnya. Aamiin
‪#‎kelasinspirasi‬ ‪#‎profesi‬ #polsuspas#ditasefty
Hari Senin, tanggal 28 September 2015 tibalah waktunya,  adalah Hari Inspirasi bagi kita smua di Klas Inspirasi Banten (Serang), moment besar dan sangat kita tunggu – tunggu semua baik para inspirator, fotografer, videografer maupun fasilitator. termasuk kedalam Kelompok 10 yang mendapat tugas di SD Negeri Buah Gede Serang yang letaknya tidak jauh dari ibukota Provinsi Banten. pada hari itu, kita semua diberi tugas menggantikan para guru yang sedianya biasa mengajar sesuai dengan jam normal sekolah. datang dengan hanya berbekal rasa bangga terhadap uniform insitusi dan sebenarnya merasa kebingungan nanti akan menyampaikan dan bagaimana keadaan atau suasana kalau saya mengisi dikelas SD, yang tentu saja ini perdana. apalagi melihat rekan – rekan inspirator lain yang kelihatnya siap dengan materi – materi hebat yang akan disampaikan, semakin membuat detak jantung berdebar makin kuat…..
Mengawali tugas, dengan masuk di Kelas 2 tentu saja, ketika masuk dengan rasa bingung dan nervous ditambah lagi, anak – anak kelas 2 SD sebagian sudah menggunakan pakaian olahraga, tetapi ternyata mendapat sambutan hangat dari anak – anak tersebut, anak – anak terlihat antusias, kemudian sejenak mendapatkan bayangan akan materi yang akan disampaikan kepada anak – anak Kelas 2 SD yang tentu saja pemikirannya masih kanak – kanak, senang bermain dan aktif serba ingin tahu. melihat kenyataan tersebut rasanya tidak mungkin bila anak – anak tersebut diberikan pemahaman tentang profesi dan uniform yang dikenakan, akhirnya terpikir bagaimana membuat anak – anak ini reaktif meskipun tanpa alat tetapi pesan motivasi sampai kepada anak – anak. Sangat antusias dan reaktif, terutama ketika menulis idola dan ingin menjadi apa…
Waktu begitu cepat Berlalu karena keaktifan dan antusias anak – anak kelas 2, karena durasi harus berpindah kelas, setelah itu giliran mengisi di Kelas 5. tentu saja dari awal mendapat bayangan kalau anak – anak kelas 5 tingkat pemikirannya sudah sangat berbeda dengan anak – anak Kelas 2 sebelumnya, lebih rapih, lebih memahami, meskipun pada kelas ini juga saya lagi – lagi tidak sepenuhnya memperkenalkan uniform yang dikenakan atau tidak memaksa mereka mengerti atau mau menjadi seperti saya, mengenakan uniform yang sama. dalam kelas ini saya terinspirasi hanya memberikan kunci bagaimana menjadi seorang yang berguna bagi bangsa, orang tua dan diri sendiri, tampak sekali antusiasme mendengar dan mengikutinya. tidak berbeda mungkin dengan Kelas – kelas berikutnya yaitu Kelas 4 dan Kelas 3. dari kelas ke kelas dengan materi seadanya tadinya saya berpikir saya sudah kehabisan kata – kata dan materi yang akan disampaikan akan tetapi melewati Kelas 2 saya terinspirasi, begitu juga setelah masuk ke Kelas 5, saya makin mengerti dan pemikiran saya makin terbuka mengai Kelas Inspirasi dan arti dari ini semua, seperti halnya di Kelas 4 dan 5 misalnya, saya menceritakan pengalaman saya sewaktu menjadi seperti mereka dan kunci menjadi sampai mengenakan uniform kebanggaan, terlihat sekali antusias dan keseriusan mereka untuk melakukan review terhadap dirinya masing – masing, tentang perilaku disekolah, perilaku setelah pulang sekolah atau dirumah dan perilaku keseharian mereka.
(seorang anak terlihat sedang menulis cita – cita/ Aku Ingin Menjadi….)
Kemudian di sela – sela istirahat, mainset saya terbuka, yang tadinya saya berpikir untuk lebih memperkenalkan uniform yang dikenakan, sebagai seorang Polsuspas Kementerian Hukum dan HAM Banten, karena pasti profesi demikian menjadi sangat asing ditelinga anak-anak atau bahkan khalayak ramai sekalipun, terinspirasi dari siswa kelas 2 yang tidak memiliki anggota tubuh yang lengkap, tetapi  selama mengikuti kegiatan dia sangat reaktif dan bersemangat seperti anak normal lainnya, dia juga tidak segan menulis idola dan cita – cita yang diimpikannya dan dia juga tidak mengikuti apa yang dituliskan atau dicita – citakan teman – temannya, melihat semangatnya rasanya saya bukan apa – apa, hanya bagian kecil dari semangat mereka, melihat kenyataan tersebut bahwa sesungguhnya kita sebagai inspirator tidak harus membuat mereka mengerti apa pekerjaan kita, atau bahkan kita tidak sebaiknya memaksa mereka untuk menjadi seperti kita atau tidak harus mengarahkan mereka untuk mengenakan uniform seperti kita, biarkan mereka menjadi seperti yang mereka mau, tugas kita adalah mengawal dan memberikan inspirasi serta semangat bagaimana bisa menjadi seperti kita yang bangga terhadap uniform yang dikenakan, kita yang selalu berusaha dan semangat menjadi sebuah kebanggaan untuk semua pihak dan kita yang selalu berusaha menjadi lebih baik,menginspirasi mereka agar selalu berusaha meraih apa yang mereka tulis dan mereka impikan walaupun dengan keterbatasan apapun, yakin selama ada kemauan dan disitu selalu ada jalan (there is a will, that is a way ) karena setiap orang bisa melakukannya ( anyone can do it ). saya merasakan sendiri bukan hanya niat saya yang menginspirasi anak – anak SD tetapi dalam prakteknya saya juga mendapatkan inspirasi dan pemikiran besar dari mereka.

 

(foto Bersama anak-anak SD Negeri Buah Gede Serang setelah kegiatan Inspirasi)
Kenyataan lain selepas kegiatan di SD Negeri Buah Gede Serang dan setelah kegiatan refleksi, saya menyadari ingin menyampaikan dan terus berpartisipasi dalam kegiatan – kegiatan seperti ini selanjutnya terutama untuk berpartisipasi dalam kemajuan pendidikan Indonesia, karena melihat kenyataan yang ada di lapangan, kegiatan ini sekaligus adalah refleksi bagi model pendidikan kita, betapa tidak, kita tidak berkaca pada negara – negara maju seperti finlandia, swedia dan negara negara eropa lainnya, dengan model pendidikan yang hanya beberapa jam saja dalam seminggu dan tidak mengenal istilah ujian semester atau dengan kata lain ulangan umum atau Ujian Nasional atau tugas – tugas Pekerjaan Rumah (PR) mereka bisa menjadi seperti yang mereka impikan dan berpikiran maju serta menjadi cetakan emas untuk negaranya, sedangkan pendidikan kita seakan yang memaksa membuat waktu anak-anak habis, memaksa anak-anak tumbuh dewasa lebih cepat, memaksa dengan materi – materi konseptual dengan durasi waktu yang sangat lama dan padat tetapi sedikit saja waktu untuk mengarahkan pada track impian mereka (motivasi) dan indikator pendidikan kita selalu pada Ujian dan Nilai, tetapi tidak mampu memastikan mereka menjadi apa dan bahkan tidak jarang yang berhenti ditengah jalan dengan banyak faktor.
(Kelompok 10 Kelas Inspirasi Serang sedang bersama melihat Pohon Inspirasi Anak – Anak SD)
Semoga kegiatan ini menjadi refleksi untuk pendidikan kita, bahwa anak – anak juga membutuhkan pengajaran yang sifatnya non konseptual, tidak selalu normatif  dan mampu mengarahkan calon penerus bangsa menjadi kebanggaan untuk bangsa, negara, orang tua, masyarakat dan dirinya sendiri.
saya juga berharap bahwa Klas Inspirasi bisa hadir diseluruh wilayah indonesia dan diseluruh sekolah dasar yang ada di indonesia.
(Dokumenter Kelompok 10 Kelas Inspirasi Serang)
Terimakasih atas semua kesempatan yang ada, saya bangga menjadi bagian dari Kelompok 10 Kelas Inspirasi Serang/ Banten. menjadi sebuah kehormatan bagi saya bisa hadir dan bergabung serta memberikan sumbangsih yang kita bisa. terimakasih banyak kepada anak – anak SD negeri Buah Gede, kepada guru – gurunya, dan kepada Kakak – kakak inspirator, Fasilitator, Fotografer dan Videografer, sekali lagi saya senang dan bangga menjadi bagian dari Kelompok 10 Kelas Inspirasi Serang.
(Foto Bersama seluruh Bagian dari Kelas Inpirasi Serang)
Video Qita bisa di akses kunjungi https://www.youtube.com/watch?v=j5r8l0-TElA
Thanks A lot….
 Inspirator
——————
1. Arie Qortobi – HRD
2. Eka Yogaswara – Polsuspas
3. Isma Apriana – Bidan
4. Laksamana Mujaddid – Operator Produksi
5. Peggy – Facilitator/ Pekerja Sosial
6. Rizqi Amalia – EHS
7. S. Marham – Prod. Support Enginner
8. Setiawan Chogah – Corporate Communications
9. Yuanita Rizal – Supervisior Pelayanan Pelanggan
Dokumentator
—————————
1. Andi Suhud – Fotografer
2. Afrizal Hidayatulloh – VideograferFasilitator
——————–
1. Afriyanti
2. Ayu Prima Aksari
3. Mugmin Aziz
KELOMPOK 10 KELAS INSPIRASI BANTEN ( SERANG )
MARI TRUS MEMBANGUN MIMPI ANAK INDONESIA, SEMANGAT !!!
Belajar – Disiplin – Taat
Better laTe and Then Never
there Is A will, That is A way
any One Can Do it

Cerita dari Pratama Dzyogashttp://pratamadzyogas.blogspot.co.id/2015/10/klas-inspirasi-klas-inspirasi-apakah.html?spref=tw/